Blogroll

Open Cbox

27.12.12

Tattoo



Apa yang terbesit dipikiran anda ketika mendengar kata tato? Premanisme atau mungkin kriminalisme yang akan terpikirkan. Ya, diIndonesia tato memang masih diidentikkan ke rana negative. Padahal, beberapa suku pedalaman di Indonesia seperti di mentawai dan Kalimantan tato dianggap sebagai  sesuatu yang sakral. Tidak hanya di Indonesia, didunia juga seperti itu, banyak suku-suku pedalaman yang mengsakralkan tato.
Istilah “Tato” diambil dari kata “Tatau” dalam bahasa Tahiti, yang berarti “menandakan sesuatu”. Rajah atau tato (Bahasa Inggris : “tattoo”), adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, rajah adalah implantasi pigmen mikro. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar (lukisan) pada bagian (anggota) tubuh. Tato dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan. Tato merupakan praktek yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Tato dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang.
Walaupun tato di Indonesia merupakan hal yang msaih tabu, sering dianggap negative, tapi tato sangat popular. Dan  tato pada seorang manusia bisa disebut sebagai modifikasi tubuh secara visual. Tato dibuat sebagai suatu symbol atau tanda yang bias dibanggakan oleh pemilik tato sebagai simbol keberanian diri. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri. Di Borneo (Kalimantan), penduduk asli wanita disana menganggap bahwa tato merupakan sebuah simbol yang menunjukkan keahlian khusus. Sedangkan di China, pada masa zaman Dinasti Ming (kurang lebih 350 tahun yang lalu), wanita dari Suku Drung membuat tato di wajah dan pantatnya untuk sebagai tanda bagi keturunan yang baik.
Seperti yang dijelaskan Noven “Abe “ R. Handyka, pria 24 tahun ini menjelaskan kesukaan pada tato awalnya hanya melihat seortang temannya kuliah yang mempunyai tato di pergelangan tangan kiri. Kemudian ia pun memutuskan untuk mentato diri. Tato pertama yaitu beberapa gambar bintang di lengan kiri. Setelah tattoo itu jadi, ternyata kemauan menambah tatonya semakin tinggi. Selain ingin mempunyai gambar baru, rasa sakit itupun ternyata mencandu, dan mendorongnya untuk menambah tato lagi.
Menurut pria yang punya account twitter @abeology ini, tato diidentikkannya juga sebagai kejantaan. “Lek lanang tato on o!” (Kalau mengaku cowok, ayo tatoan)  kalimat yang sering Ia lontarkan. Keidentikan ini disebabkan alat yang dipaki untuk mentato adalah jarum. Jarum dimasukkan beberapa milimeter ke lapisan kulit, sehingga dia akan permanen disana. Sakit itulah yang sering diibaratkan jika seorang laki-laki bisa kuat menahan rasa sakit jarum itu, maka dia adalah seorang laki-laki
Tato berbeda dengan body painting. Body painting adalah seni melukis, dengan menggunakan kuas atau bahan lain dimana cat atau tinta ada di bagian permukaan kulit. Sebaliknya tato adalah seni melukis tapi menggunakan jarum yang menembus kulit untuk menaruh tinta kedalam lapisan kulit.
Di Indonesia, artis pun banyak yang menggunakan tato sebagai seni. Lihat saja Tora Sudiro. Artis berbadan besar ini pun mempunyau tato yang sangat banyak dan bermacam-macqam konsep. Bukan hanya laki-laki, kaum hawapun banyak yang mempunyai tato. Jika dalam wanita, tato lebih diidentikkan dengan keseksian.
Hingga Saat ini, perkembangan tato semakin pesat. Bentuk gambar juga semakin bagus. Ini mungkin yang membuat semakin banyaknya pecinta tato. TJadi buat kalian sebaiknya berpikir beberapa kali untuk membuat tato, karena untuk menghilangkannya tidak mudah dan sangat mahal. Terror penyebaran HIV-AIDS dan penyakit lain lewat jarum tato juga harus dipikirkan lagi matang-matang jika kalian benar-benar berniat untuk membuat gambar poermanen tersebut.  (Gunawan)

0 komentar:

Posting Komentar